Sidoarjo - Kesedihan atas meninggalnya Micko Pratama tak hanya dirasa oleh keluarga, kerabat, dan Bonek mania.
Teman-teman sekolah remaja asal jalan Brigjen Katamso 4 Kelurahan Kedung Rejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo, itupun merasa sengat kehilangan.
Duka mendalam para siswa SMA Dharma Siswa, Berbek, Sidoarjo itu terlihat saat mereka berziarah ke makam Micko, Minggu (15/4/2018) pagi.
Seorang suporter Persebaya Micko Pratama (17) tewas akibat bentrok dengan warga saat perjalanan pulang usai melihat klub idolanya berlaga di Bantul. Pelajar kelas dua jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMK Dharma Siswa ini dikenal sebagai pribadi yang pendiam.
Hal ini juga dikonfirmasi Ibunda Micko. Di mata ibundanya, Mariana, Micko merupakan sosok yang pendiam. Dia jarang keluar rumah ataupun nongkrong dengan teman-temannya.
"Gak ada omongnya, walaupun di rumah ndak pernah keluar," kata Mariana sembari menggendong adik Micko di rumah duka di Jalan Brigjen Katamso, Waru Sidoarjo, Sabtu (14/4/2018).
Micko juga dikenal sebagai anak yang tidak suka keluyuran sepulang sekolah. Dia selalu pulang tepat waktu. "Walaupun magang pulang jam 3 langsung pulang," tambah Mariana.
Seorang suporter Persebaya Micko Pratama (17) tewas akibat bentrok dengan warga saat perjalanan pulang usai melihat klub idolanya berlaga di Bantul. Pelajar kelas dua jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMK Dharma Siswa ini dikenal sebagai pribadi yang pendiam.
Hal ini juga dikonfirmasi Ibunda Micko. Di mata ibundanya, Mariana, Micko merupakan sosok yang pendiam. Dia jarang keluar rumah ataupun nongkrong dengan teman-temannya.
"Gak ada omongnya, walaupun di rumah ndak pernah keluar," kata Mariana sembari menggendong adik Micko di rumah duka di Jalan Brigjen Katamso, Waru Sidoarjo, Sabtu (14/4/2018).
Micko juga dikenal sebagai anak yang tidak suka keluyuran sepulang sekolah. Dia selalu pulang tepat waktu. "Walaupun magang pulang jam 3 langsung pulang," tambah Mariana.
|
|


Komentar
Posting Komentar