Insiden Valentino Rossi dengan Marc Marquez sudah berlangsung seminggu lalu. Meski demikian Rossi belum dapat melupakan kejadian di MotoGP Argentina 2018 di Termas de Rio Hondo. Rossi masih kesal dengan Marquez.
Rossi memang jadi pembalap yang dirugikan akibat manuver agresif Marquez pada MotoGPArgentina. Saat itu, balapan di bawah cuaca tak bersahabat harus dihiasi dengan senggolan Marquez kepada pembalap Movistar Yamaha tersebut.
BACA JUGA
The Doctor yang sedang berjuang di posisi ketujuh tiba-tiba disenggol Marquez pada lap ke-20. Akibatnya, Rossi pun melebar hingga sempat terjatuh. Ia memang mampu melanjutkan balapan, tapi pembalap berusia 39 tahun itu cuma finis di urutan ke-19.
setelah balapan MotoGP Argentina, perang komentar pun mulai diucapkan Rossi. dia benar-benar tidak terima dengan aksi The Baby Alien, bahkan mendesak Dorna dan FIM memberikan hukuman tambahan. Situasi ini sama dengan yang terjadi di antara mereka pada musim 2015 yang lalu.
Jelang balapan MotoGP Austin 2018 di Circuit of the Americas (Cota), 20-22 April 2018, Rossi tampaknya masih begitu kesal dengan pembalap berusia 25 tahun itu. Buktinya, ia baru menunggah foto di mana dirinya tengah beraksi pada MotoGP Argentina.
Yang menarik adalah keterangan foto yang diunggah Rossi di akun Instagram-nya. "Termas de Rio Hondo, Argentina, Sunday. Balapan sulit yang dihancurkan pembalap berbahaya."
Tentu saja, yang disebut Rossi sebagai pembalap berbahaya adalah Marquez. Komentar itu sempat diucapkan Rossi usai balapan di Argentina. Bahkan, ia mengaku takut balapan jika posisinya berdekatan dengan Marquez.
Terlepas dari itu, Dorna sudah mengambil langkah agar situasi keduanya tak bertambah panas. Pertama, mereka akan memanggil para pembalap untuk berdiskusi mengenai apa yang terjadi di Argentina. Lalu, kabarnya Marquez dan Rossi juga tak akan dihadirkan dalam jumpa pers jelang balapan.
# dan ini adalah klasemen motor Gp
Klasemen MotoGP
1. Cal Crutchlow LCR Honda (RC213V) 38 points
2. Andrea Dovizioso Ducati Team (GP18) 35 points
3. Johann Zarco Monster Yamaha Tech3 (YZR-M1) 28 points
4. Maverick Vinales Movistar Yamaha (YZR-M1) 21 points
5. Marc Marquez Repsol Honda (RC213V) 20 points
6. Jack Miller Pramac Ducati (GP17) 19 points
7. Danilo Petrucci Pramac Ducati (GP18) 17 points
8. Valentino Rossi Movistar Yamaha (YZR-M1) 16 points
9. Alex Rins Suzuki Ecstar (GSX-RR) 16 points
10. Andrea Iannone Suzuki Ecstar (GSX-RR) 15 points
11. Tito Rabat Reale Avintia (GP17) 14 points
12. Dani Pedrosa Repsol Honda (RC213V) 9 points
13. Hafizh Syahrin Monster Yamaha Tech3 (YZR-M1) 9 points
14. Franco Morbidelli EG 0,0 Marc VDS (RC213V) 6 points
15. Pol Espargaro Red Bull KTM Factory (RC16) 5 points
16. Scott Redding Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 4 points
17. Alvaro Bautista Angel Nieto Team (GP17) 3 points
18. Takaaki Nakagami LCR Honda (RC213V) 3 points
19. Karel Abraham Angel Nieto Team (GP16) 1 points
20. Jorge Lorenzo Ducati Team (GP18) 1 points
Lorenzo setuju dengan Rossi soal Hukuman Marquez
Marquez yang melakukan kesalahan start akibat mesin Honda-nya yang mati, mendapatkan ride through penalty di pertengahan balap. Berada di posisi belakang berkat hukuman ini, ia pun bersikeras kembali ke posisi terdepan dan melakukan beberapa manuver agresif pada lawan-lawannya.
Puncaknya terjadi padalap ke-19 di mana ia hendak menyalip Rossi di tikungan 13. Aksi ini pun menimbulkan senggolan di antara keduanya hingga The Doctor terjatuh. Marquez pun dijatuhi hukuman 30 detik, namun banyak pihak meyakini hukuman itu cukup lembek.
"Ini bagai sepakbola. Jika wasit tak tegas dan tak mengeluarkan kartu kuning atau merah, pemain selanjutnya bakal bermain lebih keras. Jadi wasit harus tegas untuk mencoba menghindari kesalahan macam ini. Kami lihat nanti apakah ketegasan akan menjadi bagian dari tindakan Race Direction atau tidak," ujar Lorenzo.
Lorenzo juga mengomentari pernyataan-pernyataan Rossi soal Marquez setelah balap, di mana The Doctor menuduh Marquez menghancurkan citra MotoGP. Lorenzo, yang juga dikenal sebagai rival bebuyutan Rossi, yakin ini hanyalah taktik perang mental rider Italia tersebut.
"Kita harus ingat Valentino Rossi sangat cerdas baik di dalam maupun luar lintasan.dia orang dengan mentalitas yang kuat dan sangat pintar. Dalam komunikasi, dia juga punya talenta itu. dia punya banyak penggemar. Ini juga fakta yang selalu membantunya," pungkas lima kali juara dunia..


Komentar
Posting Komentar