Ganjil-Genap Tol Tangerang Mulai Berlaku Senin Besok

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimistis 40 persen kepadatan terurai dan masyarakat beralih ke angkutan umum dengan pemberlakuan ganjil-genap di Pintu Tol Tangerang dan Kunciran mulai Senin besok.
"Kalau di Bekasi bisa 36 persen, di sini bisa 40 persen dengan rata-rata 1.500 kendaraan per jam sibuk," kata Budi Karya saat meninjau di Pintu Tol Kunciran, Tangerang, Minggu (15/4/2018).
Budi menjelaskan, pemberlakuan pembatasan di dua ruas tol di Tangerang karena melihat kesuksesan yang diberlakukan di Pintu Tol Bekasi di mana sebanyak 36 persen masyarakat beralih ke angkutan umum dan kecepatan meningkat 22 persen.
"Ini menunjukkan contoh yang baik, oleh karenanya kita ingin sekali mengedukasi masyarakat dengan satu cara-cara yang baik," kata dia seperti dikutip dari Antara.
Budi mengatakan, masyarakat bisa beralih ke angkutan umum kereta ataupun bus eksekutif yang sudah disediakan pemerintah melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) di mana akan ada satu lajur khusus untuk bus.
"Transportasi massal adalah satu yang kita upayakan, sekarang kita menggunakan bus. Saya juga mencatat informasinya, PPD, Sinar Jaya, Royal Premium, hasilnya bagus. Bisa dibayangkan dengan jalur khusus akan lebih bagus lagi, harapan kita semuanya minimal 50 persen masyarakat menggunakan transportasi massal," kata Budi Karya.Suasana saat kendaraan roda empat melintas di Tol Jagorawi, Jakarta, Jumat (6/4). Aturan ganjil genap untuk ruas Tol Jagorawi akan berlaku di Pintu Tol Cibubur 2 arah Jakarta

Ganjil-Genap Tol Tangerang Mulai Berlaku Senin Besok

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimistis 40 persen kepadatan terurai dan masyarakat beralih ke angkutan umum dengan pemberlakuan ganjil-genap di Pintu Tol Tangerang dan Kunciran mulai Senin besok.
"Kalau di Bekasi bisa 36 persen, di sini bisa 40 persen dengan rata-rata 1.500 kendaraan per jam sibuk," kata Budi Karya saat meninjau di Pintu Tol Kunciran, Tangerang, Minggu (15/4/2018).
Budi menjelaskan, pemberlakuan pembatasan di dua ruas tol di Tangerang karena melihat kesuksesan yang diberlakukan di Pintu Tol Bekasi di mana sebanyak 36 persen masyarakat beralih ke angkutan umum dan kecepatan meningkat 22 persen.
"Ini menunjukkan contoh yang baik, oleh karenanya kita ingin sekali mengedukasi masyarakat dengan satu cara-cara yang baik," kata dia seperti dikutip dari Antara.
Budi mengatakan, masyarakat bisa beralih ke angkutan umum kereta ataupun bus eksekutif yang sudah disediakan pemerintah melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) di mana akan ada satu lajur khusus untuk bus.
"Transportasi massal adalah satu yang kita upayakan, sekarang kita menggunakan bus. Saya juga mencatat informasinya, PPD, Sinar Jaya, Royal Premium, hasilnya bagus. Bisa dibayangkan dengan jalur khusus akan lebih bagus lagi, harapan kita semuanya minimal 50 persen masyarakat menggunakan transportasi massal," kata Budi Karya.
1 dari 2 halaman

Makin Mudah dengan KRL

Menurut dia, dengan adanya akses kereta rel listrik (KRL) di daerah Tangerang, maka akan semakin mempermudah masyarakat karena bisa memuat banyak penumpang.
Untuk itu, dia meminta operator, dalam hal ini, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk menambah armada agar bisa mengangkut lebih banyak penumpang karena saat ini sudah berdesakan di jam sibuk.
Bukan hanya dengan sistem ganjil-genap, pembatasan juga berlaku bagi angkutan barang dengan tiga sumbu lebih.
"Insya Allah ini berhasil, ya  Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengimbau masyarakat dapat patuh pada kebijakan penanganan kepadatan di ruas Tol Jagorawi dan ruas Tol Jakarta-Tangerang.
Kepala BPTJ, Bambang Prihartono menuturkan, kebijakan ganjil genap ini merupakan kebijakan publik. Oleh karena itu perlu dukungan dari semua masyarakat untuk ikut serta atasi kemacetan pada ruas tol tersebut.
"Kebijakan ini tentu perlu didukung dari masyarakat karena bagaimanapun juga ini kebijakan publik. Jadi kami imbau bagi masyarakat semua untuk mematuhi peraturan ini," tutur dia saat dihubungiLiputan6.com, Minggu (15/4/2018).
Bambang menuturkan, BPTJ tidak melarang masyarakat untuk masuk tol Jagorawi dan Tangerang, melainkan hanya sebagai upaya agar kendaraan tersebut tersebar lebih merata.
"Kebijakan ini dalam rangka berbagi beban lalu lintas, jadi kami tidak melarang bagi siapa pun untuk masuk tol. Namun, masuklah tol yang tidak ada pintu ganjil-genapnya supaya ini semua persebarannya bisa merata," ujar dia.
Ia mengatakan, uji coba pada Senin 16 April 2018 merupakan bentuk sosialisasi dari BPTJ. Uji coba itu akan dilaksanakan selama kurang lebih sekitar 15 hari.
"Iya, kami akan lakukan uji coba ganjil genap pada ruas tol tersebut mulai dari tanggal 16 April 2018 hingga 30 April ini. Ini juga supaya masyarakat paham, bentuk sosialisasi dari kami. Jadi nanti pas implementasi masyarakat sudah aware dengan kebijakan kami," tutur dia. 
Sebagai informasi saja, kebijakan ganjil genap pada ruas tol tersebut akan dilakukan pada jam yang sama yaitu seperti ruas tol Jakarta-Cikampek, mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Selain itu, ganjil genap pada Tol Jagorawi akan dilakukan pada Gerbang Tol Cibubur 2 dan untuk Tol Jakarta-Tangerang akan diberlakukan pada gerbang tol Kunciran 2 dan juga Tangerang 2. 
Adapun kebijakan ganjil genap kembali diberlakukan karena dipandang sukses untuk mengatasi kemacaten yang ada terutama melihat sistem ganjil genap pada ruas tol Jakarta-Cikampek. senang kita semua kompak menyelesaikan masalah konektivitas ini," katanya.

Komentar